Tugas kewarganegaraan tanggal 07 Oktober 2021.

TUGAS KEWARGANEGARAAN 07|10|2021 1. Jelaskan tentang sejarah dan hakikat Bhineka Tunggal Ika!  Ungkapan Bhineka Tunggal Ika ditemukan di dalam kitab Sutasoma hasil karya cendekiawan Mpu Tantular di abad ke XIV. Secara harfiah ungkapan “Bhineka Tunggal Ika” memiliki arti Bhinneka berarti “beragam”, tunggal yang berarti “satu”, Ika memiliki arti “itu”. Jadi dari penjelasan itu bisa dipahami bahwa ungkapan “Bhineka Tunggal Ika” memiliki arti beragam satu itu. Tulisan lengkap yang ada di Buku Sutasoma berbunyi sebagai berikut :“Rwaneka dhatuwinuwus Buddha Wisma, Bhineki rakwa ring apan kena, parwanosen,mangka ng inatwa kalawan Siwatawa tunggal, Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrawa” Yang memiliki arti : bahwa agama Budha dan Siwa (Hindhu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai nilai kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah tetapi satu jua, tak ada dharma yang mendua. Ungkapan itu memiliki maksud agar umat beragama (Hindu(Siwa) dan buddha(Jina)) bisa hidup secara berdampingan dalam keharmonisan. Hal itu dikarenakan menurut Mpu Tantular kebenaran yang ada di ajaran keduanya adalah satu atau tunggal. Penemuan ungkapan ini tidak terlepas dari pembelajaran yang dilakukan oleh para the founding fathers khususnya Moh.Yamin. Beliau adalah orang yang pertama yang mengusulkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Moh.Yamin menilai ungkapan itu sangat sesuai dengan kondisi masyakarat indonesia yang majemuk ini. Jadi, pada hakikatnya Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti bahwa meskipun Indonesia berbeda-beda tetapi Indonesia tetap satu. Semboyan ini mengambarkan tentang kemajemukan Indonesia tidak menghalangi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 2. Jelaskan penerapan dan implementasi Bhineka Tunggal Ika di Negara Indonesia!  Para pendiri bangsa belajar dari keberhasilan majapahit dalam menyatukan warganya yang berbeda agama menjadi penduduk yang damai dan rukun. Maka mereka pun sepakat untuk mencantumkan kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” pada lambang Garuda Pancasila. Hal ini pun diterapkan oleh para pemuda dalam Sumpah pemuda. Para pemuda dari berbagai suku bangsa, daerah, agama, dan etnik bersatu berlandaskan paham yang sama yakni bahwa kekuatan hanya dapat dicapai dengan persatuan dan kesatuan nasional. Disaat Indonesia merdeka, semboyan yang telah dikatan oleh Moh.Yamin pun dicantumkan secara resmi pada Garuda Pancasila yang sebagaimana diatur di dalam pasal 36A UUD 1945, “lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika”. Penetapan semboyan ini adalah suatu kehendak bersama seluruh warga Indonesia dalam rangka menyatukan masyarakat yang majemuk dengan latar belakang suku bangsa, budaya, adat, dan agama yang sangat beraneka ragam tersebut. Maka, Bhineka Tunggal Ika bisa dijadikan modal untuk memberikan kesadaran bahwa perbedaan yang ada bisa menjadi potensi kekuatan bangsa yang harus kita jaga dan wujudkan. Secara singkat, gagasan Bhineka Tunggal Ika mengajak seluruh pelosok tanah air untuk menyadari bahwa keragaman bangsa yang terdiri dari suku, ras, agama, dan ciri khas daerah merupakan fakta yang harus digunakan untuk memajukan bangsa dan negara. 3. Jelaskan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika!  1. Nilai Toleransi Toleransi dapat didefinisikan sebagai sikap atau sifat yang terbuka atau menerima sudut pandang yang berbeda dari atau bertentangan sendiri. Toleransi mengajarkan kita untuk tidak terlalu merasa benar atau percaya diri sepanjang waktu. Toleransi mendorong kita untuk berpikir secara luas dan rendah hati, mengakui bahwa kita hanyalah bagian kecil dari alam semesta. Atau, kita hanyalah satu titik/bagian dari total dalam konteks keberadaan sosial. Memahami dan menghargai ketidaksetaraan tersebut akan bermuara pada pola pikir yang sama, yaitu memahami dan menghargai pandangan, pendapat, adat istiadat, budaya, bahkan agama orang lain. 2. Nilai Keadilan Keadilan diartikan dengan suatu kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Secara sederhana, keadilan berarti menempatkan segala sesuatu pada posisinya yang tepat atau sesuai dengan proporsinya. Keadilan berarti tidak memihak, tidak hidup berkelompok, dan tertutup. Dalam definisi kedua ini, keadilan lebih berkaitan dengan perwujudan hak, atau dengan hal-hal yang menyangkut kepentingan diri sendiri atau orang lain. Dalam keadaan seperti itu, konflik kepentingan dapat dengan cepat berubah menjadi perselisihan sosial, yang membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan. Di dimensi lain, keadilan adalah keinginan untuk transparan. Siapa pun itu, terlepas dari status sosial mereka, dapat mengatakan dan melakukan hal yang sama. 3. Nilai Gotong Royong dan Kerukunan Secara umum. Gotong royong dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan bersama-sama dan bersifat suka rela, agar kegitan yang direncanakan dapat dikerjakan dengan lancar, cepat, mudah, dan ringan. Karena gotong royong dilakukan secara langsung, muncul keuntungan lain yaitu terjalinnya silaturahmi, yang menumbuhkan rasa persaudaraan yang lebih kuat. Gotong royong telah ada sejak lama. Kesediaan masyarakat untuk melakukan gotong royong pada dasarnya berangkat dari rasa empati dan peduli akan kekurangan orang lain, artinya orang lain itu akan sangat keberatan apabila melakukannya sendirian.Rasa empati dan peduli itu didasarkan atas rasa sadar bahwa manusia pada hakikatnya memiliki kekurangan dan sadar bahwa manusia adalah makluk sosial yang butuh bantuan orang lain.Kegiatan Gotong Royong juga membutuhkan rasa saling percaya antara satu dengan lainnya. Sikap saling percaya ini adalah dasar paling penting bagi timbulnya hidup dalam ketengan dan kerukunan. 4. Berikan 3 contoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mencerminkan Bhineka Tunggal Ika di Negara Indonesia! 1. Bersikap toleran terhadap segala perbedaan yang ada  Toleran atau sikap saling memahami hingga menghormati atas segala perbedaan yang ada. Sikap ini adalah sikap yang sangat penting untuk dimiliki seluruh warga negara di Indonesia yang majemuk ini. Sikap ini akan mendorong kita untuk melakukan kebaikan tanpa memandang perbedaan, bersikap adil kepada siapapun dan tidak memaksankan kehendak kepada semua orang yang memiliki perbedaan dengan kita. 2. Menjalankan segala kewajiban sebagai warga negara  Kita sebagai warga negara tentu memiliki kewajiban yang harus dilakukan seperti : membayar pajak, ikut serta dalam upaya pembelaan negara, menjaga keamanan negara dan menghormati HAM orang lain. Salah satu upaya menghormati HAM adalah dengan cara menghormati keberagaman.Entah keberagaman suku, adat istiadat, agama, dan lain-lain.Hal itu wajib kita hormati dan hargai 3. Bergotong-royong Bergotong-royong adalah hal sudah sejak lama dilakukan oleh nenek moyang kita. Kegiatan ini memiliki banyak sekali dampat positif, seperti: menjaga tali persaudaraan, memudahkan pekerjaan orang lain, menumbuhkan sikap saling percaya dan menjaga kerukuran antar warga. Dalam bergotong-royong kita tidak boleh membeda-bedakan. Kita harus berperilaku sama kepada semua warga meskipun kia memiliki perbedaan dengan mereka. Sikap saling menghormati itu akan menjadikan keharmonisan dalam berbangsa. Nailah Faizah (06020521056) – Kelas B – PBI – Semester 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Makna “Unity in Diversity” untuk Indonesia

Krisis Identitas Nasional dalam Dunia Pendidikan Indonesia

Lemahnya Ketahanan Ideologi Jadi Pemicu Terorisme