Peranan Pancasila di Era Globalisasi
Sumber : https://pin.it/XU6XGDI
Radar Bojonegoro - Penyebaran informasi hoax, pelecehan seksual, serta
tindakan-tindakan yang mengandung provokasi banyak menghiasi berita di dunia
pertelevisian, serta media sosial. Penyebaran berita ini tidak hanya dalam
lingkup nasional melainkan sudah mencakup internasional.
Hal ini sangat bertentangan dengan nilai- nilai pancasila. Pancasila sangat
diperlukan pada masa globalisasi ini sebagai pembatas untuk memilih budaya yang
dapat diterima dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara Indonesia, selain itu
pancasila juga berperan sebagai alat untuk menjaga eksistensi kepribadian
bangsa Indonesia, karena di era globalisasi ini batasan-batasan antar Negara
seakan tidak terlihat, sihingga kebuadayaan luar, serta informasi-inforamasi
berita internasional masuk dengan mudah dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Artikel ini dibuat dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
Dalam menyikapi hal ini masyarakat Indonesia diharapkan dapat berpikir dengan
bijak dalam menyerap informasi yang didapat. Hal ini harus dilakukan agar
nilai-nilai pancasila dapat tertanam dan lestari, sehingga dapat menjadikan
bangsa Indonesia semakin maju dan berkembang.
PENDAHULUAN
Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia di mana pancasila memiliki 5
butir sila, yaitu (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan Yang Adil dan
Beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan Yang dipimpin Oleh Hikmat
Kebijaksanaan Dalam Permusawaratan/Perwakilan, dan (5) Keadilan Sosial Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia. Setiap sila memiliki kandungan nilai moral
masing-masing di mana nilai-nilai tersebut harustertanam dalam diri masyarakat
Indonesia sejak dini agar tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, dan
selaras.
Ir. Soekarno menyampaikan, bahwa pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia
secara turun temurun yang sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan
barat, dengan demikian pancasila tidak saja falsafah Negara, tetapi lebih luas
lagi yaitu falsafah bangsa Indonesia. Karena pancasila merupakan jiwa bangsa
Indonesia maka sudah wajib hukumnya bahwa nilai-nilai pancasila harus tertanam
dalam masyarakat Negara Indonesia terlebih kaum muda mudi, dan lebih baik jika
nilai-nilai pancasila tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan
demikian dapat tercipta kehidupan yang damai, dan sejahtera.
Agna Suaila Johny Krisnan (2019: 1) mengatakan bahwa pada era global atau
sekarang lebih dikenal dengan sebutan era industry 4.0 ternyata membawa dampak
luar biasa bagi tatanan kehidupan politik, berbangsa dan bernegara. Dampak
positifnya tidak perlu kita bahas, akrena yang menjadi fokus kita adalah dampak
negatifnya yang sangat membawa konsekuensi perubahan perilaku bangsa Indonesia
yang berdasarkan pancasila. Lahirnya gerakan reformasi pada tahun 1988
tampaknya menjadi titik klimaks adanya perubahan sistem bernegara itu, yang
suka atau tidak suka juga sangat berpengruh besar bagi kehidupan masyarakat
dalam mengamalkan dan menafsirkan pancasila yang cenderung makin berbahu
liberal, bila tidak dikendalikan.
Pernyataan Agna didukung dengan pernyataan dari Ricco Andreas, Bambang
Suryadi (2019: 01) yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan Negara yang
masyarakatnya mempunyai etika yang sangat baik. Tapi saat ini banyak sekali
remaja bahkan kaum muda mudi yang tingkah lakunya tidak sopan, bahkan tidak
menghormati orang yang lebih tua dari dirinya. Itu merupakan salah satu
pengaruh dari globalisasi. Di sinilah pancasila sebagai dasar Negara Indonesia yang
mutlak tidak boleh tergerus nilai-nilainya akibat mobilitas perkembangan zaman
yang sangat cepat, bahkan system hukum pun sudah dipengaruhi globalisasi.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Globalisasi memiliki pengertian sebagai suatu proses mendunia dan suatu
proses yang membuat manusia saling terbuka dan bergantung satu sama lain tanpa
adanya batas waktu dan jarak. Pada era globalisasi ini terdapat banyak sekali
teknologi-teknologi yang mendukung perkembangan dan kemajuan masyarakat.
Seperti halnya transportasi serta ilmu pengatahuan yang mudah di dapat dan
diakses seluruh pelosok negeri melalui smarphone. Dampak dari adanya
globalisasi bisa menguntungkan juga bisa merugikan, semua itu tergantung dari
masing-masing cara kita menyikapinya.
Seperti yang kita tahu bahwasannya pancasila merupakan ideologi yang dianut
oleh Negara Indonesia. Pancasila sendiri merupakan sumber hukum yang ada di
Indonesia, sejalan dengan hal tersebut peran pancasila sangatlah besar bagi
eksistensi kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran pancasila di era global
sekarang ini adalah untuk menjaga segala sesuatu dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh sebab itu masyarakat Indonesia diharapkan mampu berturut serta dalam
menjaga dan mencintai Negara Indonesia, sekaligus dapat dipakai sebagai instrument
untuk menyeleksi nilai-nilai kehidupan ang masuk kedalam bangsa Indonesia.
Globalisasi sudah banyak menggeser nilai-nilai pancasila serta kebudayaan yang
ada di Indonesia. Hal ini menimbulkan masalah di beberapa bidang seperti:
lunturnya/hilangnya kebudayaan kebudayaan alsi bangsa, bergesernya nilai-nilai
kebudayaan, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, memudarnya sifat
kekeluargaan dan gotong royong,
timbulnya rasa minder dan kurang percaya diri, gaya hidup yang mulai mengikuti
gaya kebarat baratan. Kita mungkin tidak bisa menolak secara langsung masuknya
kebudayaan luar ke dalam negeri karena kita juga mengikuti perkembangan jaman
dan tren yang ada, tetapi kita juga harus mampu membatasi diri kita agar
kebudayaan dan nilai-nilai pancasila yang telah tertanam dalam diri kita tidak
luntur dan tetap lestari.
Meskipun globalisasi ini membawa beberapa dampak negative bagi kehidupan
masyarakat Indonesia, tetapi perlu diketahui juga bahwa globalisasi ini juga
memiliki dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat, seperti terjalinnya
hubungan dagang dengan Negara asing yang mengakibatkan adanya kegiatan ekspor
impor, dengan adanya kegiatan ekspor impor juga menimbulkan kerjasama di
bidanng politik pemeritahan, berkembangnya kegiatan pariwisata dan turisme,
dengan adanya turis yang datang ke Indonesia akan meningkatkan pendapatan
nasional Indonesia. Selain meningkatkan pendapatan nasional Indonesia era
globalisasi ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas teknologi di
Indonesia, dengan begitu Indonesia juga akan menjadi Negara yang lebih
berkembang. Seperti yang kita tahu kemajuan teknologi yang telah dialami
Indonesia seperti adanya layanan pesan antar saat ini menjadikan masyarakat
lebih konsumtif, malas keluar rumah/ mager, dan individualis. Tetapi di sisi
lain kegiatan ini juga dapat mengurangi populasi pengagguran di Indonesia,
mengingat banyaknya masyarakat yang konsumtif maka banyak juga pekerja untuk
memenuhi kebutuhan tersebut.
Meskipun pada era globalisasi ini banyak menguntungkan di bidang ekonomi
dan kehidupan sudah mulai serba instan dan ada apalagi didukung dengan adanya
aplikasi belanja online serta kurir yang siap mengantar kemana saja dan kapan
saja, dan tingkat pengguran sudah banyak menurun, tetapi tindak kejahatan tetap
masih terbilang tinggi dan tidak kejahatan tersebut banyak yang melanggar dan
menyeleweng dengan nilai-nilai pancasila, seperti kasus kurir yang mengambil
barang milik pelanggan dan kebanyakan yang menjadi korban adalah pelanggan yang
membeli barang-barang berbau kpop seperti photocard (PC), snack freebies,dll.
Banyak keluhan dari pelanggan bahwa barang belanjaan mereka sering hilang dan
hanya tinggal tempat saja. Kasus ini jelas telah menyalahi dan menyeleweng dari
nilai-nilai pancasila, terutama pada sila ke-2 dan ke-5.
Adapun kasus lain yang melanggar serta menyeleweng dari nilai-nilai
pancasila seperti kasus driver online yang memalak penumpangnya, melakukan
pelecehan seksual, serta mencuri dan mengancam penumpang, selain itu tindakan
bullying terhadap teman karena merasa tidak suka atau benci, tawuran antar
pealjar, serta rasisme atau mungkin yang sekarang juga marak dan ramai di
bicarakan yaitu kasus konflik antar agama. Tindakan-tindakan ini jelas sangat
menyeleweng dari nilai-nilai pancasila. Pada tatanan pancasila yang pertama
jelas tertulis Ketuhanan Yang Maha Esa dimana sila trsebut memiliki makna
beribadah sesuai agama yang dianut serta saling menghormati umat beragama
lainnya. Toleransi sangat diperlukan msyakarat Indonesia yang sangat beragam
ini agar kita dapat hidup dengan damai tanpa adanya perpecahan.
Oleh sebab itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus bisa menumbuhkan
rasa kepedulian terhadap nilai-nilai pancasila agar tidak digerus oleh budaya
asing yang ingin menguasai masyarakat dan juga sebagai penerus bangsa seperti
mahasiswa harus memberikan contoh yang benar kepada masyarakat agar menanamkan
nilai-nilai pancasila.
Oleh: Septiana
Puji Rahayu, Ilma Amilia, Luluk Ifa Amrulloh, Fransiska Dwi Pramita
Sumber :
Komentar
Posting Komentar